Monday, December 1, 2014

Membaca Karakter dari Tulisan Seseorang

Saat kita menulis sebenarnya tangan kita hanya sebagai alat untuk memegang pena. Gaya tulisan kita itu berasal dari pikiran bawah sadar kita. maka bisa dikatakan bahwa tulisan bisa mengungkapkan berbagai perasaan emosi si penulisnya. Tentu saja untuk mengetahuinya tidak sembarangan ada ilmu membaca rahasia dibalik tulisan tangan atau yang disebut dengan graphology. Ambil pulpenmu dan tuliskan sesuatu, yang mana yah kira-kira karaktermu? Berikut penjelasan secara garis besarnya.

Tekanan

Dari kuat atau ringannya tekanan tulisan seseorang kita dapat mengetahui karakter orang tersebut. Bisa kamu perhatikan dengan memperhatikan bekas goresan dibalik kertas.

Tekanan yang kuat:
Orang yang tulisannya tebal hingga menimbulkan bekas coretan dibalik kertas biasanya mereka memiliki emosional yang tinggi. Terlalu mendalami perasaan mereka baik itu bahagia atau sakit hati. Mereka menyerap segala suatu seperti spon. Biasanya mereka juga memiliki selera yang tinggi. Tegas dan memiliki keinginan yang kuat bahkan cenderung memaksakan orang lain untuk menuruti kemauan meraka. Makanya tak jarang orang yang memiliki tekanan tulisan seperti ini biasanya kaku susah menyesuaikan diri dalam pergaulan.

Tekanan yang ringan:
Tulisan yang memiliki tekanan halus mencerminkan kepribadian yang tenang dan santai. Mereka lebih bertoleransi pengertian sulit mengambil keputusan dan biasanya mudah terpengaruh

Ukuran


Tulisan besar

Orang yang menulis dengan ukuran tulisan yang besar biasanya cenderung suka diperhatikan selalu ingin tampil didepan dan ingin didengarkan.

Tulisan kecil
Orang yang menulis dengan ukuran kecil biasanya lebih memperhatikan detail introspektif cenderung lebih pendiam dan mandiri

Kemiringan

Miring ke kanan
Orang dengan tulisan seperti ini biasanya memiliki karakter yang impulsif emosional aktif suka bergaul ramah menyukai tantangan lebih terbuka (ekstrovert) dan ekspresif.

Miring ke kiri
Jenis tulisan seperti ini biasanya penulisnya bersikap menutup diri (introvert). Lebih protektif selalu berpikir logis dan mencerminkan sifat seseoarang yang lebih menarik diri.

Tegak lurus
Orang yang memiliki tulisan tegak lurus mencerminkan seseorang yang bisa mengontrol diri dan bisa menahan.

Saturday, November 22, 2014

SISTEMATIKA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH


MAKALAH
SISTEMATIKA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Dosen Pembimbing : Nanda Awalilfitri, S.S., M.Pd




Penulis :
1.      Misbahul Munir        
2.      Siti Nuraini                 
3.      Rusti Qonitah              
4.      Laili Mufida F.            
5.      Islamiyah                     




PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan Makalah yang berjudul “Sistematika Penulisan Karya Ilmiah”. Meskipun banyak rintangan dan hambatan yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya dengan baik.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing yang telah membantu kami dalam mengerjakan proyek ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan. Karena itu kami berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita bersama.
Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai masukan dan pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu kami harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama.

Semoga Makalah yang kami buat ini dapatbermanfaat bagi kita semua.
.                                                                                                                       


Bangkalan, 17 November 2014


Tim Penulis



Daftar Isi
KATA PENGANTAR ..........................................     i
DAFTAR ISI ........................................................     ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang................................................     1         
B.     Rumusan Masalah ..........................................     2
C.     Tujuan penulisan ............................................     2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Judul.................................................................     3
B.     Nama dan Alamat Penulis...............................      3
C.     Abstrak............................................................      4
D.    Kata Kunci.......................................................      5
E.     Pendahuluan....................................................       5
F.      Metode Penelitian...........................................        5
G.    Hasil dan Pembahasan....................................      10
H.    Kesimpulan dan Saran....................................       10
I.       Daftar Pustaka................................................       11
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan ....................................................      15
B.     Saran...............................................................      15

DAFTAR PUSTAKA ……………………………     16


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
            Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skrispsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian, sebab dalam beberapa hal ketika mahasiswa melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan “verifikasi” proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
            Ketika kita membuat tulisan ilmiah, disadari atau tidak, kita membangun narasi yang memberikan suatu makna naratif. Mode naratif, dalam konteks ini, tidaklah terbatas pada kajian pustaka atau kasus, tetapi pada salah satu dari dua mode dasar dan kognitif yang universal, yakni mode naratif itu sendiri dan mode logika-ilmiah. Berbeda dari mode logika ilmiah yang berupaya mencari kondisi-kondisi kebenaran, mode naratif secara kontekstual berupaya mencari hubungan-hubungan tertentu di antara kejadian-kejadian. Hubungan-hubungan di antara kejadian-kejadian inilah yang disebut makna (Hempel dalam Winarno, dkk, 2004:16).
            Kapan saja kita menulis tulisan ilmiah, sesungguhnya kita menuturkan semacam cerita, atau sebagian dari narasi yang lebih luas. Sebagian dari cerita yang kompleks diuraikan lebih konkret dan dekat dengan kita, sedangkan yang lainnya lebih abstrak, berjarak dari pengalaman kita, dan memantapkan hegemoni yang sudah ada. Malahan tak hanya sebatas itu. Ketika kita memaparkan cerita, kerap kali kita mempertautkan kajian kita dengan sesuatu yang meta naratif. Misalnya, bagaimana kajian kita dalam menyumbangkan suatu gagasan baru bagi ilmu pengetahuan tertentu. Laporan penelitian konversional menggambarkan subteks yang digerakkan oleh narasi: teori (tinjauan pustaka adalah masa lampau atau penyebab peneliti melakukan sebuah kajian ke masa depan – penemuan dan implikasi (bagi peneliti, yang diteliti, dan ilmu (pengetahuan). Oleh karena itu, struktur narasi adalah praoperatif atau prakonsepsi, tidak soal apakah seseorang menulis dalam mode naratif atau mode logika-ilmiah.

B.     Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan Judul ?
2. Apa yang dimaksud dengan nama dan penulisan alamat ?
3. Apa yang dimaksud dengan Abstrak ?
4. Apa yang dimaksud dengan Kata kunci ?
5. Apa yang dimaksud dengan Pendahuluan ?
6. Sebutkan macam-macam Metode Penelitian ?
7. Bagaimana cara penulisan Hasil dan Pembahasan dalam artikel ilmiah ?
8. Bagaimana cara penulisan Kesimpulan dan Saran dalam artikel ilmiah ?
9. Bagaima cara penulisan Daftar Pustaka dalam artikel ilmiah ?

C.     Tujuan
1.      Untuk mengetahui definisi dari judul
2.      Untuk mengetahui definisi dari nama dan penulisan alamat
3.      Untuk mengetahui definisi dari abstrak
4.      Untuk mengetahui definisi dari Kata kunci
5.      Untuk mengetahui definisi dari Pendahuluan
6.      Untuk mengetahui macam-macam Metode penelitian
7.      Untuk mengetahui cara penulisan Hasil dan Pembahasan dalam artikel ilmiah
8.      Untuk mengetahui cara penulisan Kesimpulan dan Saran dalam artikel ilmiah
9.      Untuk mengetahui cara penulisan Daftar Pustaka dalam artikel ilmiah




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Judul
Judul merupakan tulisan awal yang pertama kali dibaca orang. Judul hendaknya mencerminkan masalah yang dibahas. Karena sangat penting peranannya, judul sebaiknya tidak dibuat secara sembarangan. Judul artikel sebaiknya singkat, padat, tidak terlalu panjang,  tidak bertele-tele, tepat dalam memilih dan menentukan urutan kata.  Judul dapat ditulis dalam bentuk kalimat berita atau kalimat tanya. Judul biasanya dicetak dengan huruf yang lebih besar dan tebal, istilah bahasa asing ditulis dengan huruf miring ( Italic ). Salah satu ciri penting judul adalah “provokatif”, yaitu merangsang pembaca untuk membaca artikel. Hal ini penting karena artikel konseptual pada dasarnya bertujuan membuka wacana diskusi, argumentasi, analisis dan sintesis pendapat-pendapat para ahli atau pemerhari bidang tertentu.

B.     Nama dan Alamat penulis
Nama diri penulis ditulis tanpa mencantumkan gelar dan penulisan nama dari satu artikel ke artikel lainnya harus tetap/konsisten, hal ini penting untuk pengindeksan nama pengarang. Keterangan tentang program yang ditempuh, alamat penulis dan e-mail yang dicantumkan harus jelas dan diletakkan pada catatan kaki ( foot note ) di halaman judul dengan ukuran huruf yang lebih kecil dari ukuran huruf pada isi teks. Jika penulis lebih dari 2 orang, hanya nama penulis utama saja yang dicantumkan di bawah judul disertai tambahan dkk ( dan kawan-kawan ). Nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki atau di dalam catatan akhir jika tempat pada catatan kaki tidak mencukupi.
Contoh :
DUNIA SIMBOLIK PENGEMIS KOTA BANDUNG
THE SIMBOLIC WORLD OF BEGGARS IN BANDUNG
Engkus Kuswarno
Universitas Padjadjaran

Program Doktor Ilmu Komunikasi

  1. Abstrak
1.      Tujuan Penelitian
Tujuan merupakan arah dari suatu penelitian. Agar penelitian bisa terarah sejalan dengan masalahnya, maka tujuan penelitian itu harus sejalan dengan rumusan masalahnya. Bila permasalahan mempertanyakan hal-hal yang belum diketahui, maka tujuan merinci apa saja yang ingin diketahui, sehingga jika permasalahan sudah terjawab maka tujuan penelitian sudah tercapai. Misalnya, bila rumusan masalah mempertanyakan bagaimanakah penerapan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pecahan, maka jelas akan banyak penafsiran tentang jawaban yang diinginkan  dari pertanyaan ini, sehingga perumusan tujuannya harus lebih tegas, misalnya ingin mengetahui langkah-langkah dalam menerapkan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pemecahan.
2.      Metodologi
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan posedur yang digunakan oleh pelaku suatu disipilin ilmu. Metodolgi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode.
3.      Hasil
Bagian ini merupakan bagian utama artikel ilmiah, dan oleh karena itu biasanya merupakan bagian terpanjang. Bagian ini memuat hasil penelitian, tepatnya hasil analisis data. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih. Proses analisis data (seperti perhitungan statistik) tidak perlu disajikan. Proses pengujian hipotesis tidak perlu disajikan, termasuk perbandingan antara koefisien yang ditemukan dalam analisis dan hasil pengujian hipotesis.
Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik. Tabel atau grafik harus diberi komentar atau dibahas dalam tubuh artikel. Pembahasan tidak harus dilakukan per tabel atau grafik. Tabel atau grafik digunakan untuk memperjelas penyajian hasil secara verbal.
Penyajian hasil yang cukup panjang dapat dibagi dalam beberapa subbagian. Apabila hasil yang disajikan cukup panjang, penyajian harus dilakukan dengan memilah-milah menjadi subbagian-subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian. Apabila bagian ini pendek bisa digabung dengan bagian pembahasan. Untuk penelitian kulitatif, bagian hasil memuat bagian-bagian rinci dalam bentuk subtopik-subtopik yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian.
4.      Implikasi
Implikasi berfungsi membandingkan antara hasil penelitian yang lalu dengan hasil penelitian yang baru dilakukan. Macam-macam implikasi :
a.       Implikasi teoritis
Pada bagian ini peneliti menyajikan gambar lengkap mengenai implikasi teoretikal dari penelitian ini. Bagian ini bertujuan untuk meyakinkan penguji mengenai kontribusi terhadap ilmu penngetahuan dalam teori-teori yang digunakan untuk memecahkan masalah penelitian, tetapi juga implikasinya bagi teori-teori yang relevan dengan bidang kajian utama yang disajikan dalam model teoretis.
b.      Implikasi Manajerial
Pada bagian ini peneliti menyajikan berbagai implikasi kebijakan yang dapat dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini.
c.       Implikasi Metodologi
Bagian ini bersifat opsional dan menyajikan refleksi penulis mengenai metodologi yang digunakan dalam penelitiannya. Misalnya, pada bagian ini dapat disajikan penjelasan mengenai bagian-bagian metode penelitian mana yang telah dilakukan dengan sangat baik dna bagian mana yang relatif sulit serta prosedur mana yang telah dikembangkan untuk mengatasi berbagai kesulitan itu yang sebetulnya tidak digambarkan sebelumnya dalam literatur mengenai metode penelitian. Peneliti dapat menyajikan dalam bagian ini pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan dalam peneltian lanjutan atau penelitian lainnya untuk memudahkan dan untuk meningkatkan mutu dari penelitian.
  1. Kata Kunci
Kata kunci adalah kata-kata yang mengandung konsep pokok yang dibahas dalam artikel. Pilihlah kata kunci yang paling baik yang dapat mewakili topik yang dibahas dalam artikel tersebut. Bila seseorang ingin mencari suatu artikel dengan  membaca kata kunci maka salah satu kata kunci yang anda tuliskan dapat membuka artikel tersebut. Jumlah kata kunci bervariasi dari 3 sampai 6 kata dan cara pengurutannya dari yang spesifik ke yang umum serta disusun dalam satu baris. Kata kunci ditempatkan sesudah abstrak.
  1. Pendahuluan
Pendahuluan tidak diberi judul, ditulis langsung setelah abstrak dan kata kunci. Bagian ini menyajikan kajian pustaka yang berisi paling sedikit tiga gagasan : (1) latar belakang atau rasional penelitian, (2) masalah dan wawasan rencana pemecahan masalah, (3) rumusan tujuan penelitian.
Bagian kajian pustaka harus disertai rujukan yang bisa dijamin otoritas penulisnya. Peyajian latar hendaknya mengarahkan pembaca ke rumusan masalah penelitian yang dilengkapi dengan rencana pemecahan masalah.
Penyajian bagian pendahuluan dilakukan secara naratif, dan tidak perlu pemisahan (visi) dari suatu subbagian ke subbagian lain. Pemisahan dilakukan hanya dengan pergantian paragraf.
  1. Metode Penelitian
Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. Suatu penelitian mempunyai rancangan penelitian (research design) tertentu. Rancangan ini menggambarkan prosedur atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan kondisi arti apa data dikumpulkan, dan dengan cara bagaimana data tersebut dihimpun dan diolah. Tujuan rancangan penelitian adalah melalui penggunaan metode penelitian yang tepat, dirancang kegiatan yang dapat memberikan jawaban yang teliti terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.
1. Penelitian kuantitatif
Penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif. Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol. Ada beberapa metode penelitian yang dapat dimasukan ke dalam penelitian kuantitatif yang bersifat noneksperimental, yaitu metode : deskriptif, survai, ekspos facto, komparatif, korelasional dan penelitian tindakan.
a. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah suatu metode penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung saat ini atau saat yang lampau, misalnya : berapa lama anak-anak usia pra sekolah menghabiskan waktunya untuk nonton TV
Penelitian deskriptif, bisa mendeskripsikan sesuatu keadaan saja, tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan perkembangannya. Penelitian demikian disebut penelitian perkembangan (developmental studies). Dalam penelitian perkembangan ada yang bersifat longitudinal atau sepanjang waktu, dan ada yang bersifat cross sectional atau dalam potongan waktu.
b. Penelitian survai
Survai digunakan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini dari sejumlah besar orang terhadap topik atau isu-isu tertentu. Ada 3 karakter utama dari survai : 1) informasi dikumpulkan dari sekelompok besar orang untuk mendeskripsikan beberapa aspek atau karakteristik tertentu seperti : kemampuan, sikap, kepercayaan, pengetahuan dari populasi; 2) informasi dikumpulkan melalui pengajuan pertanyaan (umumnya tertulis walaupun bisa juga lisan) dari suatu populasi; 3) informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi. Tujuan utama dari survai adalah mengetahui gambaran umum karakteristik dari populasi.
c. Penelitian Ekspos Facto
Penelitian ekspos fakto (expost facto research) meneliti hubungan sebab-akibat yang tidak dimanipulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan dilaksanakan) oleh peneliti. Penelitian hubungan sebab-akibat dilakukan terhadap program, kegiatan atau kejadian yang telah berlangsung atau telah terjadi, misalnya penelitian tentang pemberian gizi yang cukup pada waktu hamil menyebabkan bayi sehat.
d. Penelitian Komparatif
Penelitian diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua atau lebih dari dua kelompok ada perbedaan dalam aspek atau variabel yang diteliti. Dalam Penelitian ini pun tidak ada pengontrolan variabel, maupun manipulasi/perlakuan dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alamiah, peneliti mengumpulkan data dengan menggunakan instrumen yang bersifat mengukur. Hasilnya dianalisis secara statistik untuk mencari perbedaan diantara variabel-variabel yang diteliti.
e. Penelitian korelasional
Penelitian ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan variabel-variabel lain. Misalnya : Penelitian tentang korelasi yang tinggi antara tinggi badan dan berat badan, tidak berarti badan yang tinggi menyebabkan atau mengakibatkan badan yang berat, tetapi antara keduanya ada hubungan kesejajaran. Bisa juga terjadi yang sebaliknya yaitu ketidaksejajaran (korelasi negatiif), badanya tinggi tapi timbangannya rendah (ringan).
f. Penelitian tindakan
Penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian yang diarahkan pada mengadakan pemecahan masalah atau perbaikan. Penelitian ini difokuskan kepada perbaikan proses maupun perbaikan hasil kegiatan. Misalnya : Guru-guru mengadakan pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam kelas, kepala sekolah mengadakan perbaikan terhadap manajemen di sekolahnya.
g. Penelitian dan Pengembangan
Penelitian dan pengembangan (research and development), merupakan metode untuk mengembangkan dan menguji suatu produk (Borg,W.R& Gall,M.D.2001). Metode ini banyak digunakan di dunia industri. Industri banyak menyediakan dana untuk penelitian mengevaluasi dan menyempurnakan produk-produk lama, dan atau mengembangkan produk baru. Dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengembangan dapat digunakan untuk mengembangkan buku, modul, media pembelajaran, insttrumen evaluasi, model-model kurikulum, pembelajaran, evaluasi, bimbingan, managgemen, pengawasan, pembinaan staff, dll.
2. Penelitian kuantitatif Eksperimental
Penelitian Eksperimental merupakan penelitian yang palin murni kuantitatif, karena semua prinsip dan kaidah-kaidah penelitian kuantitatif dapat diterapkan pada metode ini. Penelitian Eksperimental merupakan penelitian labolatorium, walaupun bisa juga dilakukan diluar labolatorium, tetapi pelaksanaannya menerapkan prinsip-prinsip penelitian labolatorium, terutama dalam pengontrolan terhadap hal-hal yang mempengaruhi jalanya eksperimen. Metode ini bersifat validation atau menguji, yaitu menguji pengaruh satu atau lebih variabel terhadap variabel lain. Variabel yang memberi pengaruh dikelompokan sebagai variabel bebas (independent variables) dan variabel yang dipengaruhi dikelompokan sebagai variabel terikat (dependent variables). Ada beberapa variasi dari penelitian eksperimental, yaitu : eksperimen murni, eksperimen kuasi, eksperimen lemah dan subjek tunggal.
a. Eksperimen murni
Eksperimen murni (true experimental) sesuai dengan namanya merupakan metode eksperimen yang paling mengikuti prosedur dan memenuhi syarat-syarat eksperimen. Prosedur dan syarat-syarat tersebut, terutama berkenaan dengan pengontrolan variabel, kelompok control, pemberian perlakuan atau manipulasi kegiatan serta pengujian hasil. Dalam eksperimen murni, kecuali variabel independen yang akan diuji pengaruhnya terhadap variabel dependen, semua variabel dikontrol atau disamakan arakteristiknya.
b. Eksperimen semu
Metode eksperimen semu (qusi experimental) pada dasarnya sama dengan eksperimen murni, bedanya adalah dalam pengontrolan variabel. Pengontrolannya hanya dilakukan terhadap satu variabel saja, yaitu variabel yang dipandang paling dominan.
c. Eksperimen Lemah
Eksperimen lemah (weak experimental) merupakan metode penelitian eksperimen yang desain dan perlakuannya seperti eksperimen tetapi tidak ada pengontrolan variabel sama sekali. Sesuai dengan namanya, eksperimen ini sangat lemah kadar validitasnya, oleh karena itu tidak digunakan untuk penelitian tesis dan disertasi juga skipsi sebenarnya.
d. Eksperimen subjek Tunggal
Eksperimen subjek tunggal (single subject experimental), merupakan eksperimen yang dilakukan terhadap subjek tunggal.Dalam pelaksanaan eksperimen subjek tunggal, variasi bentuk eksperimen murni, kuasi atau lemah berlaku.
3. Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif (qualitative research) adalah suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas social, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok.
Penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama, menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) dan keduan menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain). Kebanyakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan eksplanatori.
Metode kualitatif secara garis besar dibedakan dalam dua macam, kualitatif interaktif dan non interaktif. Metode kualitatif interaktif, merupakan studi yang mendalam menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari orang dalam lingkungan alamiahnya.
a. Studi Etnografik
Studi etnografik (ethnographic studies) mendeskripsikan dan menginterpretasikan budaya, kelompok social atau sistem. Proses penelitian etnografik dilaksanakan di lapangan dalam waktu yang cukup lama, berbentuk observasi dan wawancara secara alamiah dengan para partisipan, dalam berbagai bentuk kesempatan kegiatan, serta mengumpulkan dokumen-dokumen dan benda-benda (artifak).
b. Studi Historis
Studi Historis (historical studies) meneliti peristiwa-peristiwa yang telah berlalu. Peristiwa-peristiwa sejarah direka-ulang dengan menggunakan sumber data primer berupa kesaksian dari pelaku sejarah yang masih ada, kesaksian tak sengaja yang tidak dimaksudkan untuk disimpan, sebagai catatan atau rekaman, seperti peninggalan-peninggalan sejarah, dan kesaksian sengaja berupacatatan dan dokumen-dokumen.
c. Studi Fenomenologis
Fenomenologis mempunyai dua makna, sebagai filsafat sain dan sebagai metode pencarian (penelitian). Studi fenomenologis (phenomenological studies) mencoba mencari arti dari pengalaman dalam kehidupan.Peneliti menghimpun data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian dan pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari penelitian fenomenologis adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut.
d. Studi Kasus
Studi kasus (case study) merupakan suatu penelitian yang dilakukan terhadap suatu “kesatuan sistem”. Kesatuan ini dapat berupa program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat, waktu atau ikatan tertentu. Studi kasus adalah suatu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun data, mengambil makna, memperoleh pemahaman dari kasus tersebut.
e. Teori Dasar
Penelitian teori dasar atau sering juga disebut penelitian dasar atau teori dasar (grounded theory) merupakan penelitian yang diarahkan pada penemuan atau minimal menguatan terhadap suatu teori.
f. Studi Kritis
Dalam penrelitian kritis, peneliti melakukan analitis naratif, penelitian tindakan, etnografi kritis, dan penelitian feminisme. Penelitian mereka diawali dengan mengekspos masalah masalah manipulasi, kesenjangan dan penindasan sosial.
g. Penelitian noninteraktif
Penelitian noninteraktif (non interactive inquiry) disebut juga penelitian analitis, mengadakan pengkajian berdasarkan analisis dokumen. Peneliti menghimpun, mengidentifikasi, menganalisis, dan mengadakan sintesis data, untuk kemudian memberikan interpretasi terhadap konsep, kebijakan, peristiwa yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat diamati.
Minimal ada 3 macam penelitian analitis atau studi noninteraktif, yaitu analisis : konsep, historis, dan kebijakan. Analisis konsep, merupakan kajian atau analisis terhadap konsep-konsep penting yang diinterpretasikan pengguna atau pelaksana secara beragam sehingga banyak menimbulkan kebingungan, umpamanya : cara belajar aktif, kurikulum berbasis kompetensi dll.
G.    Hasil dan Pembahasan
Hasil dan pembahasan pada dasarnya merupakan inti dari sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyajikan secara cermat hasil analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Bagian pembahasan merupakan bagian paling penting dan merupakan bagian yang selalu dicermati oleh penilai. Dari bagian inilah dapat diketahui gagasan penulis dalam memecahkan masalah yang dikemukakan pada latar belakang masalah. Bagian pembahasan merupakan hasil analisis penelitian dari data-data yang telah diperoleh dan dibahas secara terperinci dan sistematis. Isi pembahasan tidak boleh menyimpang dan harus dilandari teori-teori tang sudah dikutip. Semakin banyak dan runtut pembahasan , penilai langsung terkesan bahwa karya ini baik dan dapat diterima.

  1. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan berisi tentang jawaban rumusan masalah dan tujuan penulisan. Bagian ini menjelaskan simpulan yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan. Kesimpulan merupakan gambaran umum seluruh analisa dan relevansi dengan hipotesis yang dikemukakan.
Simpulan adalah gambaran umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang dilakukan. Simpulan diperoleh dari uraian analisis, interpretasi dan deskripsi yang telah dituliskan pada bagian analisis dan pembahasan. Untuk menulis simpulan, penulis perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hasil apa yang paling penting dari penelitian yang dilakukan. Jawaban dari pertanyaan tersebutlah yang dituliskan pada bagian simpulan.

Saran berisi saran penulis kepada pihak-pihak yang terkait dengan tema penelitian dan menjawab dari kesimpulan yang dikemukakan.

  1. Daftar Pustaka
Penulisan Daftar Pustaka yang Baik dan Benar
Daftar pustaka memiliki peran yang cukup penting dalam menggambarkan sumber isi tulisan. Daftar pustaka akan digunakan pembaca untuk meninjau suatu tulisan. Meninjau pengalaman, pengetahuan, bahkan pertanggungjawaban penulis. Selain itu, daftar pustaka juga berperan sebagai “alat” untuk menghindari tuduhan pembajakan kekayaan intelektual. Karena dengan menuliskan daftar pustaka, berarti kita sudah berterimakasih dan mengakui karya tulis seseorang. Untuk menulis daftar pustaka, kita harus memiliki informasi mengenai sumber yang kita gunakan, yaitu:
·         Nama penulis atau pengarang
·         Tahun diterbitkannya tulisan atau karangan
·         Judul buku atau artikel
·         Kota penerbit
·         Perusahaan penerbit
Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, sumber tulisan bukan hanya didapat dari media cetak seperti buku, koran, majalah, dsb. Tapi kita juga bisa mendapatkan bahan artikel dari internet. Berikut ini adalah cara menulis daftar pustaka dengan bahan yang diambil dari buku dan internet
Penulisan daftar pustaka jika sumber diambil dari buku
1.      Tulis nama.
Jika nama penulis terdiri dari nama depan dan nama belakang, tulis nama belakang terlebih dahulu lalu koma, kemudian tulis nama depan dan sisanya. Beri tanda titik seteleh selesai menulis nama.
Contoh: Ridwan Hidayat, jadi Hidayat, Ridwan.. Paul Gardner Allen, jadi Allen, Paul Gardner.Jika nama penulis menggunakan singkatan, tulis nama penulis tanpa adanya perubahan. Contoh Ali P, maka ditulis Ali P. Tapi jika singkatan itu berada di depan, maka kita harus menulis nama belakang dulu diikuti dengan koma, contoh J.J Thomson, maka ditulis Thomson, J.J. Dan jika singkatan berada di tengah, maka kita tulis dulu nama belakang diikuti tanda koma lalu tulis nama depan diikuti singkatan. Contoh Sofyan M Ali maka ditulis Ali, Sofyan M.Jika penulisnya banyak, nama penulis pertama harus dibalik seperti aturan diatas, nama kedua dan seterusnya ditulis biasa tanpa harus dibalik. Gunakan kata “dan” atau tanda “&” sebelum menulis nama penulis terakhir. Setelah penulisan nama pertama dan seterusnya, ikuti dengan tanda titik, lalu koma. Contoh penulisnya terdiri dari Ahmad Farhan, Udin S, J.J Thomson, dan Julia Dewi Subadra, maka harus ditulis Farhan, Ahmad., Udin S., J.J Thomson., & Julia Dewi Subadra.
Cara lain adalah dengan menulis nama pengarang pertama tapi sisa pengarang ditulis dkk (dan kawan-kawan) saja. Jadi jika kondisinya ada empat pengarang seperti di atas, maka kita cukup menulis Farhan, Ahmad., dkk.
Gelar tidak boleh ditulis dalam daftar pustaka.
2.      Tulis tahun terbit diikuti dengan tanda titik
3.      Tulis Judul buku lalu ikuti dengan tanda titik judul buku harus dicetak miring atau dipertebal
4.      Tulis kota penerbit buku diikuti dengan titik dua (:)
5.      Tulis perusahaan yang menerbitkan buku diikuti dengan titik.
Contoh:
Supriati, Yati & Ersi Herliana. 2010. BERTANAM 15 SAYURAN ORGANIK DALAM POT. Bogor: Penebar Swadaya.
Penulisan daftar pustaka jika sumber diambil dari internet
1.      Tulis nama penulis diikuti dengan tanda titik
2.      Tulis tahun diterbitkannya artikel dalam tanda kurung diikuti titik
3.      Tulis judul artikel yang dicetak miring diikuti titik
4.      Tulis kata “from” diikuti URL artikel lalu tanda koma
5.      Tulis tanggal ketika artikel tersebut diambil.
Contoh:
Ridwan. (2013).Cara Menghilangkan Static Pages dari Hasil Pencarian WordPress. From http://webridwan.com/komputer/website-dan-blog/cara-menghilangkan-static-pages-dari-hasil-pencarian-wordpress/, 05 Juni 2013
Bagimana jika ada bagian daftar pustaka yang tidak ditemukan?
Bagian daftar pustaka yang tidak ditemukan, misalnya tidak menemukan nama, atau tahun, kedua bagian ini bisa dikatakan bagian yang sering tidak ditemukan karena berbagai alasan.
·         Jika nama tidak ditemukan ganti dengan anonim
·         Jika tahun tidak ditemukan ganti dengan Tanpa tahun


Contoh-contoh penulisan daftar pustaka dengan beragam sumber
Buku:
Anderson , D.W., Vault, V.D., & Dickson, C.E. 1999. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency Based Teacher Education . Berkeley: McCutchan Publishing Co.
Buku kumpulan artikel:
Saukah, A. & Waseso, M.G. (Eds.). 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah (Edisi ke-4, cetakan ke-1). Malang: UM Press.
Artikel dalam buku kumpulan artikel:
Russel, T. 1998. An Alternative Conception: Representing Representation. Dalam P.J. Black & A. Lucas (Eds.),Children’s Informal Ideas in Science (hlm. 62-84). London: Routledge.
Artikel dalam jurnal atau majalah:
Kansil, C.L. 2002. Orientasi Baru Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesional dalam Memenuhi Kebutuhan Dunia Industri. Transpor , XX (4): 57-61.
Proceeding Konferensi atau Simposium
Australian Association of Social Workers. 1969. Social issues of today. Proceedings of the Australian Association of Social Workers’ 11th Annual Conference. Hobart, Australia. pp 17-34
Artikel dalam koran:
Pitunov, B. 13 Desember, 2002. Sekolah Unggulan ataukah Sekolah Pengunggulan? Majapahit Pos , hlm. 4 & 11.
Tulisan/berita dalam koran (tanpa nama pengarang):
Jawa Pos. 22 April, 1995 . Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3.
Dokumen resmi:
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian . Jakarta: Depdikbud.
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional.1990. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.
Undang-undang, Peraturan Pemerintah, Keppres
Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara RI Tahun 1992, No. 115. Sekretariat Negara. Jakarta.
Buku terjemahan:
Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. 1976. Pengantar Penelitian Pendidikan . Terjemahan oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.
Ensiklopedia, Kamus
Stafford-Clark, D. 1978. Mental disorders and their treatment. The New Encyclopedia Britannica. Encyclopedia Britannica. 23: 956-975. Chicago, USA .
Echols, J.M. dan Shadily, H. (Eds). 1989. Kamus Inggris – Indonesia. PT Gramedia. Jakarta.
Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian:
Kuncoro, T. 1996. Pengembangan Kurikulum Pelatihan Magang di STM Nasional Malang Jurusan Bangunan, Program Studi Bangunan Gedung: Suatu Studi Berdasarkan Kebutuhan Dunia Usaha Jasa Konstruksi . Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP MALANG.
Makalah seminar, lokakarya, penataran:
Waseso, M.G. 2001. Isi dan Format Jurnal Ilmiah . Makalah disajikan dalam Seminar Lokakarya Penulisan Artikel dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah, Universitas Lambungmangkurat, Banjarmasin , 9-11 Agustus.
Internet (karya individual):
Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-1995: The Calm before the Storm , (Online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html , diakses 12 Juni 1996).
Internet (artikel dalam jurnal online):
Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan . (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.id/artikel/pengukuran-bekal-awal.htm , diakses 20 Januari 2010).
Internet (forum diskusi online):
Wilson, D. 20 November 1995 . Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List , (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu , diakses 22 Februari 2010).
Internet (e-mail pribadi):
Naga, D.S. (ikip-jkt@indo.net.id ). 1 Oktober 2009. Artikel untuk JIP . E-mail kepada Ali Saukah (jippsi@mlg.ywcn.or.id ).
Kaset Video
Burke, J. 2009. Distant Voices, BBC Videocasette , London, UK. 45 mins.
Film (Movie)
Oldfield, B. (Producer) 1977. On the edge of the forest. Tasmanian Film Corporation. Hobart, Austraalia,. 30 mins.
Slides (Kumpulan Slides)
Reidy, J.F. 1987. The Thorax Slides. Grave Medical Audiovisual Library. Chelmsford, UK. 54 mins.






BAB III
PENUTUP
  1. KESIMPULAN
Dalam penulisan artikel ilmiah kita harus tunduk pada aturan-aturan dan prosedur yang berlaku dalam proses pembuatannya, serta terususun  secara sistematis, logis dan faktual. tulisan ilmiah disajikan dalam bentuk ilmiah, objektif atau apa adanya. mengguanakan bahsa baku, lugas, dan jelas. Adapun sistematika penulisan yaitu sebagai berikut :
1.      Judul
2.      nama dan penulisan alamat
3.      Abstrak
Abstrak dibagi menjadi 4, yaitu :
a)      Tujuan Penelitian
b)      Metodologi
c)      Hasil
d)     Implikasi

4.      Kata kunci
5.      Pendahuluan
6.      Metode Penelitian
7.      Hasil dan Pembahasan
8.      Kesimpulan dan Saran
9.      Daftar Pustaka
  1. Saran
Adapun kiranya agar makalah ini dapat dijadikan suatu referensi bagi pembaca terutama mahasiswa ataupun pelajar agar lebih memahami apa itu sebenarnya Artikel Ilmiah dan bagaimana sistematika penulisannya.


Daftar Pustaka
Fatmawati, Ira. Dkk. 2013. Penulisan Karya Ilmiah. Bangkalan. Trunojoyo Press.
Maulana, Adam. 2013. “Pengertian Karya Ilmiah  From             http://adammaulanaaa.blogspot.com/2013/04/pengertian-karya-ilmiah.html diakses 17-11-2014
Sastiono, Astiana. 2008. Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah. Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Satria. (2012). Makalah ”Artikel ilmiah” From          http://satrias81.wordpress.com/2013/11/29/makalah-artikel-ilmiah/ diakses 17-       11-2014
Sugiyono. 2013.Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta