Tuesday, February 9, 2016

Tutorial menggunakan SPSS Ver. 20

Pada tutorial kali ini kita akan membahas tentang :
Ø  Tipe Data
Ø  Memasukkan data dan menyimpan data
Ø  Menjawab soal latihan menggunakan spss ver. 20

SPSS merupakan salah satu software yang bisa digunakan bagi kalangan praktisi dan akademis untuk bidang pengolahan data dan pengujian hipotesis untuk berbagai uji analisis dalam statistika. Seperti uji t, uji F, uji non parametric, analisis regresi dan lain sebagainya.
o   Tipe Data
Dalam SPSS terdapat dua tipe data yaitu, data kategori dan data numerik. Data kategori terdiri dari data nominal dan data ordinal. Sedangkan data numerik terdiri dari data interval dan data rasio.
Data nominal hanya sebatas memberi label pembeda pada suatu data, contohnya gender/jenis kelamin, Sedangkan data ordinal menunjukkan tingkatan data seperti tidak sakit, sakit, sangat sakit.
Data interval ditunjukkan memiliki konsep persamaan interval atau jarak, contohnya pengukuran waktu seperti 07.00 – 09.00 dll. Sedangkan data rasio mewakili jumlah actual suatu variable, data ini berpatokan pada nilai nol sebagai tolak ukur, contoh tinggi, berat, jarak, dll.

o   Memsukkan data dan menyimpan data
1.      Pertama-tama akan muncul table seperti ini.

2.      Klik mouse yang ada pada variable view, yang ada di sebelah kiri bawah, dan bersamaan dengan itu maka halaman akan berubah menjadi sebagai berikut.

Pengisian datanya
Mendefinisikan variable

Name
Tempatkan pointer pada baris 1, kemudian klik mouse dua kali pada sel
tersebut, dan  ketik nilai.
♦  Type
Klik mouse satu kali pada sel tsb, maka akan muncul secara bersamaan
pada baris 1 tabel di atas:
Type : Numeric
Width : 4
Decimals : 0
Align : Center
♦  Width
Ketikkan 4 atau klik ▼ sampai muncul 4.
♦  Decimals
Karena nilai ujian yang dimaksud bilangan bulat antara 0 sampai 100,
maka tidak ada desimalnya. Atau Klik ▼ sampai angka 0.
♦  Label
Pada kolom di bawah  label, klik mouse dua kali pada sel tsb dan ketik
Nilai UAS Kimia Umum  untuk memberikan keterangan pada variabel
Nilai.
♦  Columns
Sama dengan Width, maka harus diisi angka 4.
♦  Align
Dalam hal ini, penulisan datanya akan ditempatkan di tengah atau pilih
Center.
♦  Measure
Karena data nilai itu kuantitatif, maka harus diisi dengan Scale.
Karena sudah tertera Scale, maka dilewat saja.
Mendefinisikan Variabel Gender
♦  Name
Tempatkan pointer pada baris 1, kemudian klik mouse dua kali pada sel
tersebut, dan ketik gender.
♦  Type
Klik mouse satu kali pada sel tsb, maka akan muncul secara bersamaan
pada baris 1 tabel di atas:
Type : Numeric
Width : 8
Decimals : 2
Values : None
Missing : None
Columns : 8
Align : Right
Measure : Scale
Karena gender itu akan dikodekan dengan angka 1 dan 2 supaya lebih
praktis, maka diisi dengan Numeric.
♦  Width
Pada Width sudah tertera angka 8.
♦  Decimals
Karena kodenya bilangan bulat, maka harus diisi dengan angka 0. Karena
pada sel tsb sudah tertera 2, maka ubah menjadi nol.  
♦  Label
Pada kolom di bawah label, klik dua kali pada sel tsb dan ketik Jenis
Kelami untuk memberikan keterangan pada variabel gender.
♦  Values
Klik mouse satu kali pada sel tsb, kemudian klik mouse satu kali lagi pada
kotak yang berisi titik tiga yang ada di sebelah kanan.
Cara pengisian Value Labelssbb:
○ Pada Value diisi angka berupa kode, yaitu 1 atau 2.
Untuk yang pertama, ketik pada kotak kosong angka 2.
○ Pada Value label diisi dengan keterangan dari angka 1 tsb. Misalkan
kode 1 untuk Pria, maka ketik pada kotak kosong itu Pria.
○ Otomatis tombol Add aktif, dan klik mouse satu kali pada tombol tsb.
Maka otomatis keterangan 1=”Pria” akan tampak pada kotak kosong
yang sejajar dengan Add.
○ Isi lagi pada Value denganangka 2
○ Pada Value label diisi dengan keterangan dari angka 2 tsb. Misalkan
kode 2 untuk Wanita, maka ketik pada kotak kosong itu Wanita.
○ Otomatis tombol Add aktif, dan klik mouse satu kali pada tombol tsb.
Maka otomatis keterangan 2=”Wanita” akan  tampak pada kotak
kosong yang sejajar dengan Add.
Klik mouse satu kali pada OK.
♦  Missing
Karena tidak ada data yang hilang, maka tidak perlu diganti.
♦  Columns
Sama dengan Width, maka harus diisi angka 8.
♦   Align
Dalam hal ini, penulisan datanya bisa ditempatkan di sebelah kiri, kanan,
atau tengah.
Caranya sama dengan bagian kedua mendefinisikan nilai.
♦  Measure
Karena data itu berupa angka, maka pilih Scale.


3.      Menjawab soal latihan menggunakan spss ver. 20
Contoh soal
Seorang mahasiswa dalam penelitiannya ingin mengetahui apakah ada perbedaan nilai ujian antara kelas A dan kelas B pada fakultas FKIP universitas X. Penelitian dengan menggunakan sampel sebanyak 20 Mahasiswa yang diambil dari kelas A dan kelas B. Dalam uji ini jumlah kelompok responden yang diambil tidak harus sama, misalnya kelas A sebanyak 10 orang dan kelas B sebanyak 10 orang. Data-data yang didapat sebagai berikut:
                   Tabel. Tabulasi Data (Data Fiktif)
No
Nilai Ujian
Kelas
1
32
Kelas A
2
35
Kelas A
3
41
Kelas A
4
39
Kelas A
5
45
Kelas A
6
43
Kelas A
7
42
Kelas A
8
47
Kelas A
9
42
Kelas A
10
37
Kelas A
11
35
Kelas B
12
36
Kelas B
13
30
Kelas B
14
28
Kelas B
15
26
Kelas B
16
27
Kelas B
17
32
Kelas B
18
35
Kelas B
19
38
Kelas B
20
41
Kelas B

Untuk memasukkan data tersebut ke dalam program SPSS versi 20. Maka lakukan langkah-langkah berikut.
1.      Menentukan hipotesis
Hipotesis
Ho : Tidak ada perbedaan rata-rata nilai ujian antara kelas A dan kelas B pada fakultas Psikologi suatu Universitas
Ha : Ada perbedaan rata-rata nilai ujian antara kelas A dan kelas B pada fakultas Psikologi suatu Universitas
2.    Menentukan tingkat signifikansi
       Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi a = 5%.
Tingkat signifikansi dalam hal ini berarti kita mengambil risiko salah dalam mengambil keputusan untuk menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5% (signifikansi 5% atau 0,05 adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian)
3.    Menentukan t hitung
Dari tabel di atas didapat nilai t hitung (equal variance assumed) adalah 3,490
4.   Menentukan t tabel
Tabel distribusi t dicari pada a = 5% : 2 = 2,5% (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-2 atau 20-2  = 18. Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi = 0,025) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,101 (Lihat pada lampiran) atau dapat dicari di Ms Excel dengan cara pada cell kosong ketik =tinv(0.05,18) lalu enter.
5.           Kriteria Pengujian
Ho diterima jika -t tabel < t hitung < t tabel
       Ho ditolak jika -t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel
Berdasar probabilitas:
Ho diterima jika P value > 0,05
       Ho ditolak jika P value < 0,05
6.    Membandingkan t hitung dengan t tabel dan probabilitas
Nilai t hitung > t tabel (3,490 > 2,101) dan P value (0,003 < 0,05) maka Ho ditolak.

 7.  Kesimpulan
Oleh karena nilai t hitung > t tabel (3,490 > 2,101) dan P value (0,003 < 0,05) maka Ho ditolak, artinya bahwa ada perbedaan antara rata-rata nilai ujian kelas A dengan rata-rata nilai ujian kelas B. Pada tabel Group Statistics terlihat rata-rata (mean) untuk kelas A adalah 40,30 dan untuk kelas B adalah 32,80, artinya bahwa rata-rata nilai ujian kelas A lebih tinggi daripada rata-rata nilai ujian kelas B.
Nilai t hitung positif, berarti rata-rata group1 (kelas A) lebih tinggi daripada group2 (kelas B) dan sebaliknya jika t hitung negatif berarti rata-rata group1 (kelas A) lebih rendah dari pada rata-rata group2 (kelas B)
Perbedaan rata-rata (mean diference) sebesar 7,50 (40,30-32,80), dan perbedaan berkisar antara 2,98 sampai 12,02 (lihat pada lower dan upper).


Untuk melakukan perhitungan menggunakan spss ver 20, dapat dilakukan sesuai langkah-langkah berikut ini.
1.      Klik pada variable view dan masukkan data seperti pada gambar

Note : pada kolom values Label kelas di isi dengan cara klik add, pada value di isi = 1, label di isi = kelas A, begitupun dengan kelas B. Maka akan menjadi Kelas A = 1 dan kelas B = 2
2.      Selanjutnya klik data view, dan muncul seperti gambar dibawah ini.

3.      Setelah itu, tinggal memasukkan data sesuai dengan soal di atas. (seperti pada gambar)

4.      Untuk megetahui hasil dari data tersebut, dengan cara klik analyze > Compare means > One sample t Test
Klik variabel Nilai Ujian dan masukkan ke kotak Test Variable, kemudian klik variabel Kelas dan masukkan ke kotak Grouping Variable, kemudia klik Define Groups, pada Group 1 ketik 1 dan pada Group 2 ketik 2, lalu klik Continue.
5.   Klik OK, maka hasil output yang didapat adalah sebagai berikut:

                         Tabel. Hasil Independent Sample T Test

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIz8KYKZGz-kT8IMkFJ4T2V_36NQer8h46hbWlUdL93RjUpLrGroWftfBMr-jT6F6kiIS-MAP9tBcxLLQC1VlhzkLpzp7SXUfaCXS4mX_LHTEyRsBqlTX4CvdYvrAlq-TF7TZUV-G1m1s/s1600/tbl1.JPG
Keterangan: Tabel di atas telah dirubah kedalam bentuk baris (double klik pada output independen sample t test, kemudian pada menu bar klik pivot, kemudian klik Transpose Rows and Columns).
DAFTAR PUSTAKA

Rachmatin, dewi. 2010. Modul Pelatihan SPSS. Bandung. FPMIPA UPI.