Pada tutorial kali ini kita akan membahas tentang :
Ø Tipe
Data
Ø Memasukkan
data dan menyimpan data
Ø Menjawab
soal latihan menggunakan spss ver. 20
SPSS merupakan salah satu
software yang bisa digunakan bagi kalangan praktisi dan akademis untuk bidang
pengolahan data dan pengujian hipotesis untuk berbagai uji analisis dalam
statistika. Seperti uji t, uji F, uji non parametric, analisis regresi dan lain
sebagainya.
o
Tipe
Data
Dalam SPSS terdapat dua tipe data yaitu, data kategori
dan data numerik. Data kategori terdiri dari data nominal dan data ordinal.
Sedangkan data numerik terdiri dari data interval dan data rasio.
Data nominal hanya sebatas memberi label pembeda pada
suatu data, contohnya gender/jenis kelamin, Sedangkan data ordinal menunjukkan
tingkatan data seperti tidak sakit, sakit, sangat sakit.
Data interval ditunjukkan memiliki konsep persamaan
interval atau jarak, contohnya pengukuran waktu seperti 07.00 – 09.00 dll.
Sedangkan data rasio mewakili jumlah actual suatu variable, data ini berpatokan
pada nilai nol sebagai tolak ukur, contoh tinggi, berat, jarak, dll.
o
Memsukkan
data dan menyimpan data
1. Pertama-tama
akan muncul table seperti ini.

2. Klik
mouse yang ada pada variable view, yang ada di sebelah kiri bawah, dan bersamaan
dengan itu maka halaman akan berubah menjadi sebagai berikut.

Pengisian datanya
Mendefinisikan variable
Name
Tempatkan pointer pada baris 1,
kemudian klik mouse dua kali pada sel
tersebut, dan ketik nilai.
♦
Type
Klik mouse satu kali pada sel tsb,
maka akan muncul secara bersamaan
pada baris 1 tabel di atas:
Type : Numeric
Width : 4
Decimals : 0
Align : Center
♦
Width
Ketikkan 4 atau klik ▼ sampai muncul
4.
♦
Decimals
Karena nilai ujian yang dimaksud
bilangan bulat antara 0 sampai 100,
maka tidak ada desimalnya. Atau Klik
▼ sampai angka 0.
♦
Label
Pada kolom di bawah label, klik mouse dua kali pada sel tsb dan
ketik
Nilai UAS Kimia Umum untuk memberikan keterangan pada variabel
Nilai.
♦
Columns
Sama dengan Width, maka harus diisi
angka 4.
♦
Align
Dalam hal ini, penulisan datanya akan
ditempatkan di tengah atau pilih
Center.
♦
Measure
Karena data nilai itu kuantitatif,
maka harus diisi dengan Scale.
Karena sudah tertera Scale, maka
dilewat saja.
Mendefinisikan Variabel Gender
♦
Name
Tempatkan pointer pada baris 1,
kemudian klik mouse dua kali pada sel
tersebut, dan ketik gender.
♦
Type
Klik mouse satu kali pada sel tsb,
maka akan muncul secara bersamaan
pada baris 1 tabel di atas:
Type : Numeric
Width : 8
Decimals : 2
Values : None
Missing : None
Columns : 8
Align : Right
Measure : Scale
Karena gender itu akan dikodekan
dengan angka 1 dan 2 supaya lebih
praktis, maka diisi dengan Numeric.
♦
Width
Pada Width sudah tertera angka 8.
♦
Decimals
Karena kodenya bilangan bulat, maka
harus diisi dengan angka 0. Karena
pada sel tsb sudah tertera 2, maka
ubah menjadi nol.
♦
Label
Pada kolom di bawah label, klik dua
kali pada sel tsb dan ketik Jenis
Kelami untuk memberikan keterangan
pada variabel gender.
♦
Values
Klik mouse satu kali pada sel tsb,
kemudian klik mouse satu kali lagi pada
kotak yang berisi titik tiga yang ada
di sebelah kanan.
Cara pengisian Value Labelssbb:
○ Pada Value diisi angka berupa kode,
yaitu 1 atau 2.
Untuk yang pertama, ketik pada kotak
kosong angka 2.
○ Pada Value label diisi dengan
keterangan dari angka 1 tsb. Misalkan
kode 1 untuk Pria, maka ketik pada
kotak kosong itu Pria.
○ Otomatis tombol Add aktif, dan klik
mouse satu kali pada tombol tsb.
Maka otomatis keterangan 1=”Pria”
akan tampak pada kotak kosong
yang sejajar dengan Add.
○ Isi lagi pada Value denganangka 2
○ Pada Value label diisi dengan
keterangan dari angka 2 tsb. Misalkan
kode 2 untuk Wanita, maka ketik pada
kotak kosong itu Wanita.
○ Otomatis tombol Add aktif, dan klik
mouse satu kali pada tombol tsb.
Maka otomatis keterangan 2=”Wanita”
akan tampak pada kotak
kosong yang sejajar dengan Add.
Klik mouse satu kali pada OK.
♦
Missing
Karena tidak ada data yang hilang,
maka tidak perlu diganti.
♦
Columns
Sama dengan Width, maka harus diisi
angka 8.
♦
Align
Dalam hal ini, penulisan datanya bisa
ditempatkan di sebelah kiri, kanan,
atau tengah.
Caranya sama dengan bagian kedua
mendefinisikan nilai.
♦
Measure
Karena data itu berupa angka, maka
pilih Scale.
3. Menjawab
soal latihan menggunakan spss ver. 20
Contoh
soal
Seorang mahasiswa dalam penelitiannya ingin
mengetahui apakah ada perbedaan nilai ujian antara kelas A dan kelas B pada
fakultas FKIP universitas X. Penelitian dengan menggunakan sampel sebanyak 20
Mahasiswa yang diambil dari kelas A dan kelas B. Dalam uji ini jumlah kelompok
responden yang diambil tidak harus sama, misalnya kelas A sebanyak 10 orang dan
kelas B sebanyak 10 orang. Data-data yang didapat sebagai berikut:
Tabel. Tabulasi Data (Data
Fiktif)
|
No
|
Nilai
Ujian
|
Kelas
|
|
1
|
32
|
Kelas
A
|
|
2
|
35
|
Kelas
A
|
|
3
|
41
|
Kelas
A
|
|
4
|
39
|
Kelas
A
|
|
5
|
45
|
Kelas
A
|
|
6
|
43
|
Kelas
A
|
|
7
|
42
|
Kelas
A
|
|
8
|
47
|
Kelas
A
|
|
9
|
42
|
Kelas
A
|
|
10
|
37
|
Kelas
A
|
|
11
|
35
|
Kelas
B
|
|
12
|
36
|
Kelas
B
|
|
13
|
30
|
Kelas
B
|
|
14
|
28
|
Kelas
B
|
|
15
|
26
|
Kelas
B
|
|
16
|
27
|
Kelas
B
|
|
17
|
32
|
Kelas
B
|
|
18
|
35
|
Kelas
B
|
|
19
|
38
|
Kelas
B
|
|
20
|
41
|
Kelas
B
|
Untuk memasukkan data tersebut ke dalam program SPSS
versi 20. Maka lakukan langkah-langkah berikut.
1. Menentukan
hipotesis
Hipotesis
Ho : Tidak ada perbedaan rata-rata nilai ujian
antara kelas A dan kelas B pada fakultas Psikologi suatu Universitas
Ha : Ada perbedaan rata-rata nilai ujian antara
kelas A dan kelas B pada fakultas Psikologi suatu Universitas
2. Menentukan tingkat signifikansi
Pengujian menggunakan uji dua sisi dengan tingkat signifikansi
a = 5%.
Tingkat signifikansi dalam
hal ini berarti kita mengambil risiko salah dalam mengambil keputusan untuk
menolak hipotesis yang benar sebanyak-banyaknya 5% (signifikansi 5% atau 0,05
adalah ukuran standar yang sering digunakan dalam penelitian)
3. Menentukan t hitung
Dari tabel di atas didapat nilai t hitung (equal
variance assumed) adalah 3,490
4. Menentukan t tabel
Tabel distribusi t dicari pada a = 5% :
2 = 2,5% (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-2 atau 20-2 = 18. Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi =
0,025) hasil diperoleh untuk t tabel sebesar 2,101 (Lihat pada lampiran) atau
dapat dicari di Ms Excel dengan cara pada cell kosong ketik =tinv(0.05,18) lalu
enter.
5. Kriteria
Pengujian
Ho
diterima jika -t tabel < t hitung < t tabel
Ho ditolak jika -t hitung < -t tabel atau t hitung > t
tabel
Berdasar probabilitas:
Ho
diterima jika P value > 0,05
Ho ditolak jika P value < 0,05
6. Membandingkan t hitung dengan t tabel dan
probabilitas
Nilai t hitung > t tabel (3,490 > 2,101)
dan P value (0,003 < 0,05) maka Ho ditolak.
7.
Kesimpulan
Oleh karena nilai t hitung > t tabel (3,490
> 2,101) dan P value (0,003 < 0,05) maka Ho ditolak, artinya bahwa
ada perbedaan antara rata-rata nilai ujian kelas A dengan rata-rata nilai ujian
kelas B. Pada tabel Group Statistics terlihat rata-rata (mean) untuk
kelas A adalah 40,30 dan untuk kelas B adalah 32,80, artinya bahwa rata-rata
nilai ujian kelas A lebih tinggi daripada rata-rata nilai ujian kelas B.
Nilai t hitung positif, berarti rata-rata
group1 (kelas A) lebih tinggi daripada group2 (kelas B) dan sebaliknya jika t
hitung negatif berarti rata-rata group1 (kelas A) lebih rendah dari pada
rata-rata group2 (kelas B)
Perbedaan rata-rata (mean diference)
sebesar 7,50 (40,30-32,80), dan perbedaan berkisar antara 2,98 sampai 12,02
(lihat pada lower dan upper).
Untuk melakukan perhitungan menggunakan spss ver 20,
dapat dilakukan sesuai langkah-langkah berikut ini.
1. Klik
pada variable view dan masukkan data seperti pada gambar

Note : pada kolom values Label kelas
di isi dengan cara klik add, pada value di isi = 1, label di isi = kelas A,
begitupun dengan kelas B. Maka akan menjadi Kelas A = 1 dan kelas B = 2
2. Selanjutnya
klik data view, dan muncul seperti gambar dibawah ini.

3. Setelah
itu, tinggal memasukkan data sesuai dengan soal di atas. (seperti pada gambar)

4. Untuk
megetahui hasil dari data tersebut, dengan cara klik analyze > Compare means
> One sample t Test
Klik variabel Nilai Ujian dan
masukkan ke kotak Test Variable, kemudian klik variabel Kelas dan masukkan ke
kotak Grouping Variable, kemudia klik Define Groups, pada Group 1 ketik 1 dan
pada Group 2 ketik 2, lalu klik Continue.
5. Klik OK, maka hasil output yang didapat
adalah sebagai berikut:
Tabel. Hasil Independent
Sample T Test
Keterangan:
Tabel di atas telah dirubah kedalam bentuk baris (double klik pada output
independen sample t test, kemudian pada menu bar klik pivot, kemudian klik
Transpose Rows and Columns).
DAFTAR
PUSTAKA
Rachmatin, dewi. 2010. Modul Pelatihan SPSS. Bandung. FPMIPA UPI.
