MAKALAH
SISTEMATIKA
PENULISAN ARTIKEL ILMIAH
Dosen Pembimbing
: Nanda Awalilfitri, S.S., M.Pd
Penulis :
1. Misbahul
Munir
2. Siti
Nuraini
3. Rusti
Qonitah
4. Laili
Mufida F.
5. Islamiyah
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena dengan pertolonganNya kami dapat menyelesaiakan Makalah yang berjudul
“Sistematika Penulisan Karya Ilmiah”. Meskipun banyak rintangan dan hambatan
yang kami alami dalam proses pengerjaannya, tapi kami berhasil menyelesaikannya
dengan baik.
Tak lupa kami mengucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing
yang telah membantu kami dalam mengerjakan proyek ilmiah ini. Kami juga
mengucapkan terimakasih kepada teman-teman mahasiswa yang juga sudah memberi
kontribusi baik langsung maupun tidak langsung dalam pembuatan karya ilmiah
ini.
Tentunya ada hal-hal yang ingin kami berikan. Karena itu kami
berharap semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sesuatu yang berguna bagi kita
bersama.
Pada bagian akhir, kami akan mengulas tentang berbagai
masukan dan pendapat dari orang-orang yang ahli di bidangnya, karena itu kami
harapkan hal ini juga dapat berguna bagi kita bersama.
Semoga Makalah yang kami buat ini dapatbermanfaat bagi kita semua.
Semoga Makalah yang kami buat ini dapatbermanfaat bagi kita semua.
.
Bangkalan,
17 November 2014
Tim Penulis
Daftar Isi
KATA PENGANTAR
.......................................... i
DAFTAR ISI
........................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang................................................ 1
B. Rumusan Masalah
.......................................... 2
C. Tujuan penulisan ............................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
A.
Judul................................................................. 3
B.
Nama dan Alamat Penulis............................... 3
C.
Abstrak............................................................ 4
D.
Kata Kunci....................................................... 5
E.
Pendahuluan.................................................... 5
F.
Metode Penelitian........................................... 5
G.
Hasil dan Pembahasan.................................... 10
H.
Kesimpulan dan Saran.................................... 10
I.
Daftar Pustaka................................................ 11
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
.................................................... 15
B.
Saran............................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA
…………………………… 16
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan
tertulis dan dipublikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang
telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika
keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat
berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar
atau simposium, artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan
produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang
terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan
lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa
dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum,
dan skrispsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan
penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu
makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran
ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang
ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan
praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan
kemampuan menyusun laporan penelitian, sebab dalam beberapa hal ketika
mahasiswa melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan “verifikasi”
proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum
didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.
Ketika kita membuat tulisan ilmiah, disadari atau tidak,
kita membangun narasi yang memberikan suatu makna naratif. Mode naratif, dalam
konteks ini, tidaklah terbatas pada kajian pustaka atau kasus, tetapi pada
salah satu dari dua mode dasar dan kognitif yang universal, yakni mode naratif
itu sendiri dan mode logika-ilmiah. Berbeda dari mode logika ilmiah yang
berupaya mencari kondisi-kondisi kebenaran, mode naratif secara kontekstual
berupaya mencari hubungan-hubungan tertentu di antara kejadian-kejadian.
Hubungan-hubungan di antara kejadian-kejadian inilah yang disebut makna (Hempel
dalam Winarno, dkk, 2004:16).
Kapan saja kita menulis tulisan ilmiah, sesungguhnya kita
menuturkan semacam cerita, atau sebagian dari narasi yang lebih luas. Sebagian
dari cerita yang kompleks diuraikan lebih konkret dan dekat dengan kita,
sedangkan yang lainnya lebih abstrak, berjarak dari pengalaman kita, dan
memantapkan hegemoni yang sudah ada. Malahan tak hanya sebatas itu. Ketika kita
memaparkan cerita, kerap kali kita mempertautkan kajian kita dengan sesuatu
yang meta naratif. Misalnya, bagaimana kajian kita dalam menyumbangkan suatu
gagasan baru bagi ilmu pengetahuan tertentu. Laporan penelitian konversional
menggambarkan subteks yang digerakkan oleh narasi: teori (tinjauan pustaka adalah
masa lampau atau penyebab peneliti melakukan sebuah kajian ke masa depan –
penemuan dan implikasi (bagi peneliti, yang diteliti, dan ilmu (pengetahuan).
Oleh karena itu, struktur narasi adalah praoperatif atau prakonsepsi, tidak
soal apakah seseorang menulis dalam mode naratif atau mode logika-ilmiah.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa yang dimaksud dengan Judul ?
2.
Apa yang dimaksud dengan nama dan penulisan alamat ?
3.
Apa yang dimaksud dengan Abstrak ?
4.
Apa yang dimaksud dengan Kata kunci ?
5.
Apa yang dimaksud dengan Pendahuluan ?
6.
Sebutkan macam-macam Metode Penelitian ?
7.
Bagaimana cara penulisan Hasil dan Pembahasan dalam artikel ilmiah ?
8.
Bagaimana cara penulisan Kesimpulan dan Saran dalam artikel ilmiah ?
9.
Bagaima cara penulisan Daftar Pustaka dalam artikel ilmiah ?
C. Tujuan
1. Untuk
mengetahui definisi dari judul
2. Untuk
mengetahui definisi dari nama dan penulisan alamat
3. Untuk
mengetahui definisi dari abstrak
4. Untuk
mengetahui definisi dari Kata kunci
5. Untuk
mengetahui definisi dari Pendahuluan
6. Untuk
mengetahui macam-macam Metode penelitian
7. Untuk
mengetahui cara penulisan Hasil dan Pembahasan dalam artikel ilmiah
8. Untuk
mengetahui cara penulisan Kesimpulan dan Saran dalam artikel ilmiah
9. Untuk
mengetahui cara penulisan Daftar Pustaka dalam artikel ilmiah
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Judul
Judul merupakan tulisan awal yang pertama kali
dibaca orang. Judul hendaknya mencerminkan masalah yang dibahas. Karena sangat
penting peranannya, judul sebaiknya tidak dibuat secara sembarangan. Judul
artikel sebaiknya singkat, padat, tidak terlalu panjang, tidak bertele-tele, tepat dalam memilih dan
menentukan urutan kata. Judul dapat
ditulis dalam bentuk kalimat berita atau kalimat tanya. Judul biasanya dicetak
dengan huruf yang lebih besar dan tebal, istilah bahasa asing ditulis dengan
huruf miring ( Italic ). Salah satu
ciri penting judul adalah “provokatif”, yaitu merangsang pembaca untuk membaca
artikel. Hal ini penting karena artikel konseptual pada dasarnya bertujuan
membuka wacana diskusi, argumentasi, analisis dan sintesis pendapat-pendapat
para ahli atau pemerhari bidang tertentu.
B. Nama
dan Alamat penulis
Nama diri penulis ditulis tanpa mencantumkan gelar
dan penulisan nama dari satu artikel ke artikel lainnya harus tetap/konsisten,
hal ini penting untuk pengindeksan nama pengarang. Keterangan tentang program
yang ditempuh, alamat penulis dan e-mail yang
dicantumkan harus jelas dan diletakkan pada catatan kaki ( foot note ) di halaman judul dengan ukuran huruf yang lebih kecil
dari ukuran huruf pada isi teks. Jika penulis lebih dari 2 orang, hanya nama
penulis utama saja yang dicantumkan di bawah judul disertai tambahan dkk ( dan
kawan-kawan ). Nama penulis lain ditulis dalam catatan kaki atau di dalam
catatan akhir jika tempat pada catatan kaki tidak mencukupi.
Contoh
:
DUNIA SIMBOLIK PENGEMIS KOTA BANDUNG
THE SIMBOLIC
WORLD OF BEGGARS IN BANDUNG
Engkus Kuswarno
Universitas Padjadjaran
Program Doktor Ilmu Komunikasi
e-mail : koeskw@unpad.ac.id
- Abstrak
1.
Tujuan Penelitian
Tujuan
merupakan arah dari suatu penelitian. Agar penelitian bisa terarah sejalan
dengan masalahnya, maka tujuan penelitian itu harus sejalan dengan rumusan
masalahnya. Bila permasalahan mempertanyakan hal-hal yang belum diketahui, maka
tujuan merinci apa saja yang ingin diketahui, sehingga jika permasalahan sudah
terjawab maka tujuan penelitian sudah tercapai. Misalnya, bila rumusan masalah
mempertanyakan bagaimanakah penerapan model pembelajaran kontekstual pada pokok
bahasan pecahan, maka jelas akan banyak penafsiran tentang jawaban yang diinginkan dari pertanyaan ini, sehingga perumusan
tujuannya harus lebih tegas, misalnya ingin mengetahui langkah-langkah dalam
menerapkan model pembelajaran kontekstual pada pokok bahasan pemecahan.
2.
Metodologi
Metodologi
penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan posedur yang digunakan
oleh pelaku suatu disipilin ilmu. Metodolgi juga merupakan analisis teoritis
mengenai suatu cara atau metode.
3.
Hasil
Bagian
ini merupakan bagian utama artikel ilmiah, dan oleh karena itu biasanya
merupakan bagian terpanjang. Bagian ini memuat hasil penelitian, tepatnya hasil
analisis data. Hasil yang disajikan adalah hasil bersih. Proses analisis data
(seperti perhitungan statistik) tidak perlu disajikan. Proses pengujian
hipotesis tidak perlu disajikan, termasuk perbandingan antara koefisien yang
ditemukan dalam analisis dan hasil pengujian hipotesis.
Penyampaian
hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik. Tabel atau
grafik harus diberi komentar atau dibahas dalam tubuh artikel. Pembahasan tidak
harus dilakukan per tabel atau grafik. Tabel atau grafik digunakan untuk
memperjelas penyajian hasil secara verbal.
Penyajian
hasil yang cukup panjang dapat dibagi dalam beberapa subbagian. Apabila hasil
yang disajikan cukup panjang, penyajian harus dilakukan dengan memilah-milah
menjadi subbagian-subbagian sesuai dengan penjabaran masalah penelitian.
Apabila bagian ini pendek bisa digabung dengan bagian pembahasan. Untuk
penelitian kulitatif, bagian hasil memuat bagian-bagian rinci dalam bentuk
subtopik-subtopik yang berkaitan langsung dengan fokus penelitian.
4.
Implikasi
Implikasi
berfungsi membandingkan antara hasil penelitian yang lalu dengan hasil
penelitian yang baru dilakukan. Macam-macam implikasi :
a.
Implikasi teoritis
Pada
bagian ini peneliti menyajikan gambar lengkap mengenai implikasi teoretikal
dari penelitian ini. Bagian ini bertujuan untuk meyakinkan penguji mengenai
kontribusi terhadap ilmu penngetahuan dalam teori-teori yang digunakan untuk
memecahkan masalah penelitian, tetapi juga implikasinya bagi teori-teori yang
relevan dengan bidang kajian utama yang disajikan dalam model teoretis.
b.
Implikasi Manajerial
Pada
bagian ini peneliti menyajikan berbagai implikasi kebijakan yang dapat
dihubungkan dengan temuan-temuan yang dihasilkan dalam penelitian ini.
c.
Implikasi Metodologi
Bagian
ini bersifat opsional dan menyajikan refleksi penulis mengenai metodologi yang
digunakan dalam penelitiannya. Misalnya, pada bagian ini dapat disajikan
penjelasan mengenai bagian-bagian metode penelitian mana yang telah dilakukan
dengan sangat baik dna bagian mana yang relatif sulit serta prosedur mana yang
telah dikembangkan untuk mengatasi berbagai kesulitan itu yang sebetulnya tidak
digambarkan sebelumnya dalam literatur mengenai metode penelitian. Peneliti
dapat menyajikan dalam bagian ini pendekatan-pendekatan yang dapat digunakan
dalam peneltian lanjutan atau penelitian lainnya untuk memudahkan dan untuk
meningkatkan mutu dari penelitian.
- Kata Kunci
Kata
kunci adalah kata-kata yang mengandung konsep pokok yang dibahas dalam artikel.
Pilihlah kata kunci yang paling baik yang dapat mewakili topik yang dibahas
dalam artikel tersebut. Bila seseorang ingin mencari suatu artikel dengan membaca kata kunci maka salah satu kata kunci
yang anda tuliskan dapat membuka artikel tersebut. Jumlah kata kunci bervariasi
dari 3 sampai 6 kata dan cara pengurutannya dari yang spesifik ke yang umum
serta disusun dalam satu baris. Kata kunci ditempatkan sesudah abstrak.
- Pendahuluan
Pendahuluan
tidak diberi judul, ditulis langsung setelah abstrak dan kata kunci. Bagian ini
menyajikan kajian pustaka yang berisi paling sedikit tiga gagasan : (1) latar
belakang atau rasional penelitian, (2) masalah dan wawasan rencana pemecahan
masalah, (3) rumusan tujuan penelitian.
Bagian
kajian pustaka harus disertai rujukan yang bisa dijamin otoritas penulisnya.
Peyajian latar hendaknya mengarahkan pembaca ke rumusan masalah penelitian yang
dilengkapi dengan rencana pemecahan masalah.
Penyajian
bagian pendahuluan dilakukan secara naratif, dan tidak perlu pemisahan (visi)
dari suatu subbagian ke subbagian lain. Pemisahan dilakukan hanya dengan
pergantian paragraf.
- Metode Penelitian
Metode
penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang
didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis,
pertanyaan dan isu-isu yang dihadapi. Suatu penelitian mempunyai rancangan
penelitian (research design) tertentu. Rancangan ini menggambarkan prosedur
atau langkah-langkah yang harus ditempuh, waktu penelitian, sumber data dan
kondisi arti apa data dikumpulkan, dan dengan cara bagaimana data tersebut
dihimpun dan diolah. Tujuan rancangan penelitian adalah melalui penggunaan
metode penelitian yang tepat, dirancang kegiatan yang dapat memberikan jawaban
yang teliti terhadap pertanyaan-pertanyaan penelitian.
1. Penelitian
kuantitatif
Penelitian kuantitatif didasari oleh filsafat positivisme yang
menekankan fenomena-fenomena objektif dan dikaji secara kuantitatif.
Maksimalisasi objektivitas desain penelitian ini dilakukan dengan menggunakan
angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol. Ada
beberapa metode penelitian yang dapat dimasukan ke dalam penelitian kuantitatif
yang bersifat noneksperimental, yaitu metode : deskriptif, survai, ekspos
facto, komparatif, korelasional dan penelitian tindakan.
a. Penelitian deskriptif
Penelitian deskriptif (descriptive research) adalah suatu metode
penelitian yang ditujukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang
berlangsung saat ini atau saat yang lampau, misalnya : berapa lama anak-anak
usia pra sekolah menghabiskan waktunya untuk nonton TV
Penelitian deskriptif, bisa mendeskripsikan sesuatu keadaan saja,
tetapi bisa juga mendeskripsikan keadaan dalam tahapan-tahapan perkembangannya.
Penelitian demikian disebut penelitian perkembangan (developmental studies).
Dalam penelitian perkembangan ada yang bersifat longitudinal atau sepanjang
waktu, dan ada yang bersifat cross sectional atau dalam potongan waktu.
b. Penelitian
survai
Survai digunakan untuk mengumpulkan informasi berbentuk opini dari
sejumlah besar orang terhadap topik atau isu-isu tertentu. Ada 3 karakter utama
dari survai : 1) informasi dikumpulkan dari sekelompok besar orang untuk
mendeskripsikan beberapa aspek atau karakteristik tertentu seperti : kemampuan,
sikap, kepercayaan, pengetahuan dari populasi; 2) informasi dikumpulkan melalui
pengajuan pertanyaan (umumnya tertulis walaupun bisa juga lisan) dari suatu
populasi; 3) informasi diperoleh dari sampel, bukan dari populasi. Tujuan utama
dari survai adalah mengetahui gambaran umum karakteristik dari populasi.
c. Penelitian
Ekspos Facto
Penelitian ekspos fakto (expost facto research) meneliti hubungan
sebab-akibat yang tidak dimanipulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan
dilaksanakan) oleh peneliti. Penelitian hubungan sebab-akibat dilakukan
terhadap program, kegiatan atau kejadian yang telah berlangsung atau telah
terjadi, misalnya penelitian tentang pemberian gizi yang cukup pada waktu hamil
menyebabkan bayi sehat.
d. Penelitian
Komparatif
Penelitian diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua atau lebih
dari dua kelompok ada perbedaan dalam aspek atau variabel yang diteliti. Dalam
Penelitian ini pun tidak ada pengontrolan variabel, maupun manipulasi/perlakuan
dari peneliti. Penelitian dilakukan secara alamiah, peneliti mengumpulkan data
dengan menggunakan instrumen yang bersifat mengukur. Hasilnya dianalisis secara
statistik untuk mencari perbedaan diantara variabel-variabel yang diteliti.
e. Penelitian
korelasional
Penelitian ditujukan untuk mengetahui hubungan suatu variabel dengan
variabel-variabel lain. Misalnya : Penelitian tentang korelasi yang tinggi
antara tinggi badan dan berat badan, tidak berarti badan yang tinggi
menyebabkan atau mengakibatkan badan yang berat, tetapi antara keduanya ada
hubungan kesejajaran. Bisa juga terjadi yang sebaliknya yaitu ketidaksejajaran
(korelasi negatiif), badanya tinggi tapi timbangannya rendah (ringan).
f. Penelitian
tindakan
Penelitian tindakan (action research) merupakan penelitian yang
diarahkan pada mengadakan pemecahan masalah atau perbaikan. Penelitian ini
difokuskan kepada perbaikan proses maupun perbaikan hasil kegiatan. Misalnya :
Guru-guru mengadakan pemecahan terhadap masalah-masalah yang dihadapi dalam
kelas, kepala sekolah mengadakan perbaikan terhadap manajemen di sekolahnya.
g. Penelitian
dan Pengembangan
Penelitian dan pengembangan (research and development), merupakan
metode untuk mengembangkan dan menguji suatu produk (Borg,W.R&
Gall,M.D.2001). Metode ini banyak digunakan di dunia industri. Industri banyak
menyediakan dana untuk penelitian mengevaluasi dan menyempurnakan produk-produk
lama, dan atau mengembangkan produk baru. Dalam bidang pendidikan, penelitian
dan pengembangan dapat digunakan untuk mengembangkan buku, modul, media
pembelajaran, insttrumen evaluasi, model-model kurikulum, pembelajaran,
evaluasi, bimbingan, managgemen, pengawasan, pembinaan staff, dll.
2. Penelitian
kuantitatif Eksperimental
Penelitian Eksperimental merupakan penelitian yang palin murni
kuantitatif, karena semua prinsip dan kaidah-kaidah penelitian kuantitatif
dapat diterapkan pada metode ini. Penelitian Eksperimental merupakan penelitian
labolatorium, walaupun bisa juga dilakukan diluar labolatorium, tetapi
pelaksanaannya menerapkan prinsip-prinsip penelitian labolatorium, terutama
dalam pengontrolan terhadap hal-hal yang mempengaruhi jalanya eksperimen.
Metode ini bersifat validation atau menguji, yaitu menguji pengaruh satu atau
lebih variabel terhadap variabel lain. Variabel yang memberi pengaruh
dikelompokan sebagai variabel bebas (independent variables) dan variabel yang
dipengaruhi dikelompokan sebagai variabel terikat (dependent variables). Ada
beberapa variasi dari penelitian eksperimental, yaitu : eksperimen murni, eksperimen
kuasi, eksperimen lemah dan subjek tunggal.
a. Eksperimen
murni
Eksperimen murni (true experimental) sesuai dengan namanya merupakan
metode eksperimen yang paling mengikuti prosedur dan memenuhi syarat-syarat
eksperimen. Prosedur dan syarat-syarat tersebut, terutama berkenaan dengan
pengontrolan variabel, kelompok control, pemberian perlakuan atau manipulasi
kegiatan serta pengujian hasil. Dalam eksperimen murni, kecuali variabel
independen yang akan diuji pengaruhnya terhadap variabel dependen, semua
variabel dikontrol atau disamakan arakteristiknya.
b. Eksperimen
semu
Metode eksperimen semu (qusi experimental) pada dasarnya sama dengan
eksperimen murni, bedanya adalah dalam pengontrolan variabel. Pengontrolannya
hanya dilakukan terhadap satu variabel saja, yaitu variabel yang dipandang
paling dominan.
c. Eksperimen
Lemah
Eksperimen lemah (weak experimental) merupakan metode penelitian
eksperimen yang desain dan perlakuannya seperti eksperimen tetapi tidak ada
pengontrolan variabel sama sekali. Sesuai dengan namanya, eksperimen ini sangat
lemah kadar validitasnya, oleh karena itu tidak digunakan untuk penelitian
tesis dan disertasi juga skipsi sebenarnya.
d. Eksperimen
subjek Tunggal
Eksperimen subjek tunggal (single subject experimental), merupakan eksperimen
yang dilakukan terhadap subjek tunggal.Dalam
pelaksanaan eksperimen subjek tunggal, variasi bentuk eksperimen murni, kuasi
atau lemah berlaku.
3. Penelitian
Kualitatif
Penelitian kualitatif (qualitative research) adalah suatu penelitian
yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa,
aktivitas social, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara
individual maupun kelompok.
Penelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama,
menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) dan keduan menggambarkan
dan menjelaskan (to describe and explain). Kebanyakan penelitian kualitatif
bersifat deskriptif dan eksplanatori.
Metode kualitatif secara garis besar dibedakan dalam dua macam,
kualitatif interaktif dan non interaktif. Metode kualitatif interaktif,
merupakan studi yang mendalam menggunakan teknik pengumpulan data langsung dari
orang dalam lingkungan alamiahnya.
a. Studi
Etnografik
Studi etnografik (ethnographic studies) mendeskripsikan dan menginterpretasikan
budaya, kelompok social atau sistem. Proses penelitian etnografik dilaksanakan
di lapangan dalam waktu yang cukup lama, berbentuk observasi dan wawancara
secara alamiah dengan para partisipan, dalam berbagai bentuk kesempatan
kegiatan, serta mengumpulkan dokumen-dokumen dan benda-benda (artifak).
b. Studi
Historis
Studi Historis (historical studies) meneliti peristiwa-peristiwa
yang telah berlalu. Peristiwa-peristiwa sejarah direka-ulang dengan menggunakan
sumber data primer berupa kesaksian dari pelaku sejarah yang masih ada,
kesaksian tak sengaja yang tidak dimaksudkan untuk disimpan, sebagai catatan
atau rekaman, seperti peninggalan-peninggalan sejarah, dan kesaksian sengaja
berupacatatan dan dokumen-dokumen.
c. Studi
Fenomenologis
Fenomenologis mempunyai dua makna, sebagai filsafat sain dan sebagai
metode pencarian (penelitian). Studi fenomenologis (phenomenological studies)
mencoba mencari arti dari pengalaman dalam kehidupan.Peneliti menghimpun data
berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian dan pemberian
makna terhadap situasi atau pengalaman-pengalaman dalam kehidupan. Tujuan dari
penelitian fenomenologis adalah mencari atau menemukan makna dari hal-hal yang
esensial atau mendasar dari pengalaman hidup tersebut.
d. Studi Kasus
Studi kasus (case study) merupakan suatu penelitian yang dilakukan
terhadap suatu “kesatuan sistem”. Kesatuan ini dapat berupa program, kegiatan,
peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat, waktu atau ikatan
tertentu. Studi kasus adalah suatu penelitian yang diarahkan untuk menghimpun
data, mengambil makna, memperoleh pemahaman dari kasus tersebut.
e. Teori
Dasar
Penelitian teori dasar atau sering juga disebut penelitian dasar
atau teori dasar (grounded theory) merupakan penelitian yang diarahkan pada
penemuan atau minimal menguatan terhadap suatu teori.
f. Studi
Kritis
Dalam penrelitian kritis, peneliti melakukan analitis naratif,
penelitian tindakan, etnografi kritis, dan penelitian feminisme. Penelitian
mereka diawali dengan mengekspos masalah masalah manipulasi, kesenjangan dan
penindasan sosial.
g. Penelitian
noninteraktif
Penelitian noninteraktif (non interactive inquiry) disebut juga
penelitian analitis, mengadakan pengkajian berdasarkan analisis dokumen.
Peneliti menghimpun, mengidentifikasi, menganalisis, dan mengadakan sintesis
data, untuk kemudian memberikan interpretasi terhadap konsep, kebijakan,
peristiwa yang secara langsung ataupun tidak langsung dapat diamati.
Minimal ada 3 macam penelitian analitis atau studi noninteraktif,
yaitu analisis : konsep, historis, dan kebijakan. Analisis konsep, merupakan
kajian atau analisis terhadap konsep-konsep penting yang diinterpretasikan
pengguna atau pelaksana secara beragam sehingga banyak menimbulkan kebingungan,
umpamanya : cara belajar aktif, kurikulum berbasis kompetensi dll.
G.
Hasil dan
Pembahasan
Hasil dan pembahasan pada dasarnya merupakan inti dari
sebuah tulisan ilmiah. Pada bagian ini penulis menyajikan secara cermat hasil
analisis data serta pembahasannya berdasarkan kajian pustaka dan kerangka teori
yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Bagian
pembahasan merupakan bagian paling penting dan merupakan bagian yang selalu
dicermati oleh penilai. Dari bagian inilah dapat diketahui gagasan penulis
dalam memecahkan masalah yang dikemukakan pada latar belakang masalah. Bagian
pembahasan merupakan hasil analisis penelitian dari data-data yang telah
diperoleh dan dibahas secara terperinci dan sistematis. Isi pembahasan tidak
boleh menyimpang dan harus dilandari teori-teori tang sudah dikutip. Semakin
banyak dan runtut pembahasan , penilai langsung terkesan bahwa karya ini baik
dan dapat diterima.
- Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
berisi tentang jawaban rumusan masalah dan tujuan penulisan. Bagian ini
menjelaskan simpulan yang telah diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan.
Kesimpulan merupakan gambaran umum seluruh analisa dan relevansi dengan
hipotesis yang dikemukakan.
Simpulan adalah gambaran
umum seluruh analisis dan relevansinya dengan hipotesis dari penelitian yang
dilakukan. Simpulan diperoleh dari uraian analisis, interpretasi dan deskripsi
yang telah dituliskan pada bagian analisis dan pembahasan. Untuk menulis
simpulan, penulis perlu mengajukan pertanyaan pada diri sendiri tentang hasil
apa yang paling penting dari penelitian yang dilakukan. Jawaban dari pertanyaan
tersebutlah yang dituliskan pada bagian simpulan.
Saran
berisi saran penulis kepada pihak-pihak yang terkait dengan tema penelitian dan
menjawab dari kesimpulan yang dikemukakan.
- Daftar Pustaka
Penulisan Daftar
Pustaka yang Baik dan Benar
Daftar pustaka memiliki peran yang cukup penting dalam
menggambarkan sumber isi tulisan. Daftar pustaka akan digunakan pembaca untuk
meninjau suatu tulisan. Meninjau pengalaman, pengetahuan, bahkan
pertanggungjawaban penulis. Selain itu, daftar pustaka juga berperan sebagai
“alat” untuk menghindari tuduhan pembajakan kekayaan intelektual. Karena dengan
menuliskan daftar pustaka, berarti kita sudah berterimakasih dan mengakui karya
tulis seseorang. Untuk menulis daftar pustaka, kita harus memiliki informasi
mengenai sumber yang kita gunakan, yaitu:
·
Nama penulis atau pengarang
·
Tahun diterbitkannya tulisan atau
karangan
·
Judul buku atau artikel
·
Kota penerbit
·
Perusahaan penerbit
Seiring dengan perkembangan dunia pendidikan, sumber tulisan
bukan hanya didapat dari media cetak seperti buku, koran, majalah, dsb. Tapi
kita juga bisa mendapatkan bahan artikel dari internet. Berikut ini adalah cara
menulis daftar pustaka dengan bahan yang diambil dari buku dan internet
Penulisan daftar pustaka jika sumber
diambil dari buku
1.
Tulis
nama.
Jika nama penulis terdiri dari nama depan dan nama belakang,
tulis nama belakang terlebih dahulu lalu koma, kemudian tulis nama depan dan
sisanya. Beri tanda titik seteleh selesai menulis nama.
Contoh: Ridwan Hidayat, jadi Hidayat, Ridwan..
Paul Gardner Allen, jadi Allen, Paul Gardner.Jika nama penulis
menggunakan singkatan, tulis nama penulis tanpa adanya perubahan. Contoh Ali
P, maka ditulis Ali P. Tapi jika singkatan itu berada di depan, maka
kita harus menulis nama belakang dulu diikuti dengan koma, contoh J.J
Thomson, maka ditulis Thomson, J.J. Dan jika singkatan berada di
tengah, maka kita tulis dulu nama belakang diikuti tanda koma lalu tulis nama
depan diikuti singkatan. Contoh Sofyan M Ali maka ditulis Ali, Sofyan
M.Jika penulisnya banyak, nama penulis pertama harus dibalik seperti aturan
diatas, nama kedua dan seterusnya ditulis biasa tanpa harus dibalik. Gunakan
kata “dan” atau tanda “&” sebelum menulis nama penulis
terakhir. Setelah penulisan nama pertama dan seterusnya, ikuti dengan tanda
titik, lalu koma. Contoh penulisnya terdiri dari Ahmad Farhan, Udin S, J.J
Thomson, dan Julia Dewi Subadra, maka harus ditulis Farhan, Ahmad., Udin
S., J.J Thomson., & Julia Dewi Subadra.
Cara lain adalah dengan menulis nama pengarang pertama tapi
sisa pengarang ditulis dkk (dan kawan-kawan) saja. Jadi jika kondisinya
ada empat pengarang seperti di atas, maka kita cukup menulis Farhan, Ahmad.,
dkk.
Gelar tidak boleh ditulis dalam daftar pustaka.
2.
Tulis tahun terbit diikuti dengan
tanda titik
3.
Tulis Judul buku lalu ikuti dengan
tanda titik judul buku harus dicetak miring atau dipertebal
4.
Tulis kota penerbit buku diikuti
dengan titik dua (:)
5.
Tulis perusahaan yang menerbitkan
buku diikuti dengan titik.
Contoh:
Supriati, Yati & Ersi Herliana. 2010. BERTANAM 15
SAYURAN ORGANIK DALAM POT. Bogor: Penebar Swadaya.
Penulisan daftar pustaka jika sumber
diambil dari internet
1.
Tulis nama penulis diikuti dengan
tanda titik
2.
Tulis tahun diterbitkannya artikel
dalam tanda kurung diikuti titik
3.
Tulis judul artikel yang dicetak
miring diikuti titik
4.
Tulis kata “from” diikuti URL
artikel lalu tanda koma
5.
Tulis tanggal ketika artikel
tersebut diambil.
Contoh:
Ridwan. (2013).Cara Menghilangkan Static Pages dari Hasil
Pencarian WordPress. From http://webridwan.com/komputer/website-dan-blog/cara-menghilangkan-static-pages-dari-hasil-pencarian-wordpress/,
05 Juni 2013
Bagimana jika ada bagian daftar
pustaka yang tidak ditemukan?
Bagian daftar pustaka yang tidak ditemukan, misalnya tidak
menemukan nama, atau tahun, kedua bagian ini bisa dikatakan bagian yang sering
tidak ditemukan karena berbagai alasan.
·
Jika nama tidak ditemukan ganti
dengan anonim
·
Jika tahun tidak ditemukan ganti
dengan Tanpa tahun
Contoh-contoh penulisan daftar pustaka dengan beragam sumber
Buku:
Anderson , D.W., Vault, V.D., & Dickson, C.E. 1999. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency Based Teacher Education . Berkeley: McCutchan Publishing Co.
Anderson , D.W., Vault, V.D., & Dickson, C.E. 1999. Problems and Prospects for the Decades Ahead: Competency Based Teacher Education . Berkeley: McCutchan Publishing Co.
Buku
kumpulan artikel:
Saukah, A. & Waseso, M.G. (Eds.). 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah (Edisi ke-4, cetakan ke-1). Malang: UM Press.
Saukah, A. & Waseso, M.G. (Eds.). 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah (Edisi ke-4, cetakan ke-1). Malang: UM Press.
Artikel
dalam buku kumpulan artikel:
Russel, T. 1998. An Alternative Conception: Representing Representation. Dalam P.J. Black & A. Lucas (Eds.),Children’s Informal Ideas in Science (hlm. 62-84). London: Routledge.
Russel, T. 1998. An Alternative Conception: Representing Representation. Dalam P.J. Black & A. Lucas (Eds.),Children’s Informal Ideas in Science (hlm. 62-84). London: Routledge.
Artikel
dalam jurnal atau majalah:
Kansil, C.L. 2002. Orientasi Baru Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesional dalam Memenuhi Kebutuhan Dunia Industri. Transpor , XX (4): 57-61.
Kansil, C.L. 2002. Orientasi Baru Penyelenggaraan Pendidikan Program Profesional dalam Memenuhi Kebutuhan Dunia Industri. Transpor , XX (4): 57-61.
Proceeding
Konferensi atau Simposium
Australian Association of Social Workers. 1969. Social issues of today. Proceedings of the Australian Association of Social Workers’ 11th Annual Conference. Hobart, Australia. pp 17-34
Australian Association of Social Workers. 1969. Social issues of today. Proceedings of the Australian Association of Social Workers’ 11th Annual Conference. Hobart, Australia. pp 17-34
Artikel
dalam koran:
Pitunov, B. 13 Desember, 2002. Sekolah Unggulan ataukah Sekolah Pengunggulan? Majapahit Pos , hlm. 4 & 11.
Pitunov, B. 13 Desember, 2002. Sekolah Unggulan ataukah Sekolah Pengunggulan? Majapahit Pos , hlm. 4 & 11.
Tulisan/berita
dalam koran (tanpa nama pengarang):
Jawa Pos. 22 April, 1995 . Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3.
Jawa Pos. 22 April, 1995 . Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3.
Dokumen
resmi:
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian . Jakarta: Depdikbud.
Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian . Jakarta: Depdikbud.
Undang-undang
Republik Indonesia Nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional.1990. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.
Undang-undang,
Peraturan Pemerintah, Keppres
Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara RI Tahun 1992, No. 115. Sekretariat Negara. Jakarta.
Republik Indonesia. 1992. Undang-Undang No. 24 Tahun 1992 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara RI Tahun 1992, No. 115. Sekretariat Negara. Jakarta.
Buku
terjemahan:
Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. 1976. Pengantar Penelitian Pendidikan . Terjemahan oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.
Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. 1976. Pengantar Penelitian Pendidikan . Terjemahan oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.
Ensiklopedia,
Kamus
Stafford-Clark, D. 1978. Mental disorders and their treatment. The New Encyclopedia Britannica. Encyclopedia Britannica. 23: 956-975. Chicago, USA .
Stafford-Clark, D. 1978. Mental disorders and their treatment. The New Encyclopedia Britannica. Encyclopedia Britannica. 23: 956-975. Chicago, USA .
Echols,
J.M. dan Shadily, H. (Eds). 1989. Kamus Inggris – Indonesia. PT
Gramedia. Jakarta.
Skripsi,
Tesis, Disertasi, Laporan Penelitian:
Kuncoro, T. 1996. Pengembangan Kurikulum Pelatihan Magang di STM Nasional Malang Jurusan Bangunan, Program Studi Bangunan Gedung: Suatu Studi Berdasarkan Kebutuhan Dunia Usaha Jasa Konstruksi . Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP MALANG.
Kuncoro, T. 1996. Pengembangan Kurikulum Pelatihan Magang di STM Nasional Malang Jurusan Bangunan, Program Studi Bangunan Gedung: Suatu Studi Berdasarkan Kebutuhan Dunia Usaha Jasa Konstruksi . Tesis tidak diterbitkan. Malang: PPS IKIP MALANG.
Makalah
seminar, lokakarya, penataran:
Waseso, M.G. 2001. Isi dan Format Jurnal Ilmiah . Makalah disajikan dalam Seminar Lokakarya Penulisan Artikel dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah, Universitas Lambungmangkurat, Banjarmasin , 9-11 Agustus.
Waseso, M.G. 2001. Isi dan Format Jurnal Ilmiah . Makalah disajikan dalam Seminar Lokakarya Penulisan Artikel dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah, Universitas Lambungmangkurat, Banjarmasin , 9-11 Agustus.
Internet
(karya individual):
Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-1995: The Calm before the Storm , (Online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html , diakses 12 Juni 1996).
Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-1995: The Calm before the Storm , (Online), (http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html , diakses 12 Juni 1996).
Internet
(artikel dalam jurnal online):
Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan . (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.id/artikel/pengukuran-bekal-awal.htm , diakses 20 Januari 2010).
Kumaidi. 1998. Pengukuran Bekal Awal Belajar dan Pengembangan Tesnya. Jurnal Ilmu Pendidikan . (Online), Jilid 5, No. 4, (http://www.malang.ac.id/artikel/pengukuran-bekal-awal.htm , diakses 20 Januari 2010).
Internet
(forum diskusi online):
Wilson, D. 20 November 1995 . Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List , (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu , diakses 22 Februari 2010).
Wilson, D. 20 November 1995 . Summary of Citing Internet Sites. NETTRAIN Discussion List , (Online), (NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu , diakses 22 Februari 2010).
Internet
(e-mail pribadi):
Naga, D.S. (ikip-jkt@indo.net.id ). 1 Oktober 2009. Artikel untuk JIP . E-mail kepada Ali Saukah (jippsi@mlg.ywcn.or.id ).
Naga, D.S. (ikip-jkt@indo.net.id ). 1 Oktober 2009. Artikel untuk JIP . E-mail kepada Ali Saukah (jippsi@mlg.ywcn.or.id ).
Kaset
Video
Burke, J. 2009. Distant Voices, BBC Videocasette , London, UK. 45 mins.
Burke, J. 2009. Distant Voices, BBC Videocasette , London, UK. 45 mins.
Film
(Movie)
Oldfield, B. (Producer) 1977. On the edge of the forest. Tasmanian Film Corporation. Hobart, Austraalia,. 30 mins.
Oldfield, B. (Producer) 1977. On the edge of the forest. Tasmanian Film Corporation. Hobart, Austraalia,. 30 mins.
Slides
(Kumpulan Slides)
Reidy, J.F. 1987. The Thorax Slides. Grave Medical Audiovisual Library. Chelmsford, UK. 54 mins.
Reidy, J.F. 1987. The Thorax Slides. Grave Medical Audiovisual Library. Chelmsford, UK. 54 mins.
BAB
III
PENUTUP
- KESIMPULAN
Dalam
penulisan artikel ilmiah kita harus tunduk pada aturan-aturan dan prosedur yang
berlaku dalam proses pembuatannya, serta terususun secara sistematis,
logis dan faktual. tulisan ilmiah disajikan dalam bentuk ilmiah, objektif atau
apa adanya. mengguanakan bahsa baku, lugas, dan jelas. Adapun sistematika
penulisan yaitu sebagai berikut :
1. Judul
2. nama
dan penulisan alamat
3. Abstrak
Abstrak
dibagi menjadi 4, yaitu :
a)
Tujuan Penelitian
b)
Metodologi
c)
Hasil
d)
Implikasi
4. Kata
kunci
5. Pendahuluan
6. Metode
Penelitian
7. Hasil
dan Pembahasan
8.
Kesimpulan dan Saran
9.
Daftar Pustaka
- Saran
Adapun
kiranya agar makalah ini dapat dijadikan suatu referensi bagi pembaca terutama
mahasiswa ataupun pelajar agar lebih memahami apa itu sebenarnya Artikel Ilmiah
dan bagaimana sistematika penulisannya.
Daftar Pustaka
Fatmawati, Ira. Dkk. 2013. Penulisan
Karya Ilmiah. Bangkalan. Trunojoyo Press.
Maulana, Adam. 2013. “Pengertian
Karya Ilmiah” From http://adammaulanaaa.blogspot.com/2013/04/pengertian-karya-ilmiah.html
diakses 17-11-2014
Sastiono,
Astiana. 2008. Pelatihan Penulisan
Artikel Ilmiah. Jakarta. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Satria. (2012). Makalah
”Artikel ilmiah” From http://satrias81.wordpress.com/2013/11/29/makalah-artikel-ilmiah/
diakses 17- 11-2014
Sugiyono. 2013.Metode
Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung. Alfabeta.
Sugiyono. 2010. Metode
Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta